Assalamuallaikum Wr.Wb.
A. Pendahuluan
Hai teman-teman, pada kesempatan kali ini saya akan membahas sedikit tentang perbedaan IPv4 dan IPv6. Simak terus ya sob :v
B. Tujuan
Mengetahui lebih dalam tentang perbedaan IPv4 dan IPv6
C. Pembahasan
IP address ada dua macam , IP versi 4 (IPv4) dan IP versi 6 (IPv6).
Berikut ini adalah perbedaan antara IPv4 dengan IPv6 menurut Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo):
1. Fitur
IPv4: Jumlah alamat menggunakan 32 bit sehingga jumlah alamat unik yang didukung
terbatas 4.294.967.296 atau di atas 4 miliar alamat IP saja. NAT bisa
untuk sekadar memperlambat habisnya alamat IPv4, namun pada
dasarnya IPv4 hanya menggunakan 32 bit sehingga tidak dapat mengimbangi
laju pertumbuhan internet di dunia.
IPv6: Menggunakan 128 bit untuk mendukung 3.4 x 10^38 Alamat IP yang unik.
Jumlah yang masif ini lebih dari cukup untuk menyelesaikan masalah keterbatasan jumlah alamat pada IPv4 secara permanen.
2. Routing
IPv4: Performa routing akan menurun seiring dengan membesarnya ukuran tabel routing. Penyebabnya adalah pemeriksaan header MTU di setiap router dan hop switch.
IPv6: Dengan proses routing yang jelas lebih efisien dari pendahulunya, IPv6 memiliki kemampuan untuk mengelola tabel routing yang besar.
3. Mobilitas
IPv4: Dukungan terhadap mobilitas yang terbatas oleh kemampuan roaming saat beralih dari satu jaringan ke jaringan yang lain.
IPv6:
Memenuhi kebutuhan mobilitas tinggi melalui roaming dari satu jaringan
ke jaringan yang lain dengan tetap terjaganya kelangsungan sambungan. Fitur
ini mendukung perkembangan aplikasi-aplikasi.
4. Keamanan
IPv4: Meski umum digunakan dalam mengamankan jaringan IPv4, header IPsec merupakan fitur tambahan pilihan pada standar Alamat IPv4.
IPv6: IPsec dikembangkan sejalan dengan IPv6. Header IPsec menjadi fitur wajib dalam standar implementasi Alamat IPv6.
5. Ukuran header
IPv4: Ukuran header dasar 20 oktet ditambah ukuran header options yang dapat bervariasi.
IPv6: Ukuran header tetap 40 oktet. Sejumlah header yang ada pada IPv4 seperti Identification, Flags, Fragment offset, Header Checksum dan Padding telah dimodifikasi.
5. Header checksum
IPv4: Terdapat header checksum yang diperiksa oleh setiap switch (perangkat lapis ke 3), sehingga menambah delay.
IPv6:
Proses checksum tidak dilakukan di tingkat header, melainkan secara end
to-end. Header IPsec telah menjamin keamanan yang memadai
6. Fragmentasi
IPv4:
Dilakukan pada setiap hop yang melambatkan performa router. Proses nya akan
menjadi lebih lama lagi apabila ukuran paket data melampaui Maximum
Transmission Unit (MTU) paket dipecah-pecah sebelum disatukan kembali di
tempat tujuan.
IPv6: Hanya dilakukan oleh host yang sedang mengirimkan paket data. Di samping itu, terdapat fitur MTU discovery yang menentukan fragmentasi yang lebih tepat menyesuaikan dengan nilai MTU terkecil yang terdapat pada suatu jaringan dari ujung ke ujung.
7. Configuration
IPv4: Ketika host terhubung ke sebuah jaringan, konfigurasi dilakukan
secara manual.
IPv6: Memiliki fitur stateless auto configuration, dimana ketika sebuah host
terhubung ke sebuah jaringan, konfigurasi akan dilakukan secara otomatis.
8. Kualitas Layanan
IPv4: Memakai mekanisme best effort untuk tanpa membedakan kebutuhan.
IPv6:
Memakai mekanisme best level of effort yang memastikan kualitas
layanan.Header traffic class menentukan prioritas pengiriman paket data
berdasarkan kebutuhan akan kecepatan tinggi atau tingkat latency tinggi.
D. Penutup
Sekian yang dapat saya sampaikan pada hari ini, apabila ada kesalahan mohon untuk dimaafkan.
Wassalamuallaikum Wr.Wb.
