Disini
saya akan mengshare sedikit materi di hari ke 5 PKL di BLC Telkom
Klaten. Pada hari ini saya mempelajari tentang mengkonfigurasi
perangkat cisco
1.
Perangkat
LAN cisco
a.
Perangkat switch LAN dan Wireless
Sebuah
switch itu digunakan untuk menghubungkan perangkat-perangkat di
jaringan yang sama. Sebuah router itu digunakan untuk mengubungkan
beberapa antar jaringan.
Ketika
memilih switch untuk LAN tertentu, ada beberapa hal yang perlu
dimengerti:jenis dan nomor port, kecepatan yang diperlukan,
perluasan, dan bisa dikelola.
Penghubungan
ke Switch
Saat
switch aktif, Power-On-Self-Test (POST) dimulai. Selama POST, LED
berkedip saat serangkaian tes menentukan bahwa switch itu berfungsi
dengan baik. POST selesai saat LED SYST berkedip hijau dengan cepat.
Jika switch gagal melakukan POST, LED SYST berubah menjadi berwarna
kekuningan.
Manajemen
out-of-band mengharuskan komputer terhubung langsung ke port konsol
perangkat jaringan yang sedang dikonfigurasi. Gunakan manajemen
in-band untuk memantau dan membuat perubahan konfigurasi ke perangkat
jaringan melalui koneksi jaringan.
Sebuah
perangkat cisco memuat IOS Image file Startup configuration file ke
dalam RAM saat di-boot
b.
Router Cisc
Semua
router pada dasarnya adalah komputer. Ya seperti komputer, router
memerlukan: sistem operasi (OS), central processing unit (CPU),
random access memory (RAM), read-only memory (ROM), dan nonviolative
random access memory (NVRAM).
Setiap
router cisco memiliki komponen perangkat keras umum yang sama, dan
koneksi-koneksi ini yaitu: port konsol, 2 interface LAN, dan slot
enhanced high-speed WAN interface (EHWIC).
c.
Pemasangan Router
Ikuti
tahapan-tahapan ini untuk menghidupkan sebuah router cisco:
-
Pasang dan tempelkan chassis perangkat.
-
Pasangkan external compact flash card.
-
Sambungkan kabel daya.
-Konfigurasikan
perangkat lunak emulasi terminal pada PC dan menghubungkan PC ke port
konsol.
-Hidupkan
router.
-Amati
pesan startup di PC saat booting router.
Dua
metode yang paling umum untuk mengakses ‘command line interface’
adalah konsol dan SSH.
2.
Struktur
Perintah (command) Pada
Cisco
a.
Dasar Konfigurasi
-
Konfigurasi
nama perangkat.
-
Mengamankan mode EXEC user.
-
Mengamankan akses remote Telnet/SSH.
-
Mengamankan mode EXEC privilleged.
-
Mengamankan seluruh kata sandi di file konfigurasi.
-
Menyediakan notifikasi legal
-
Menyimpan konfigurasi
b.
Perintah
UntukMelihat Informasi Perangkat
Untuk
memverifikasi dan mengatasi masalah pengoperasian jaringan,
kita bisa menggunakan
perintah ‘show’ untuk
melihat masalah pada jaringan
-
show running-config
-
show interfaces
-
show arp
-
show ip route
-
show protocols
-
show version
