Apa Itu Routing?

Assalamualaikum Wr.Wb.
A. Pendahuluan
      Hay teman-teman, berjumpa lagi di blog saya. Pada kesempatan kali ini saya akan membagikan sedikit materi tentang routing. Simak baik-baik ya.

B. Latar Belakang
      Agar lebih paham mengenai materi tentang Routing.

C. Maksud dan Tujuan
      Sharing materi tentang Routing

D. Waktu Pelaksanaan
      Minggu 7 April 2019. Selama kegiatan Training.

E. Pembahasan
1. Definisi Routing
      Routing adalah proses untuk memilih jalur terbaik yang harus dilalui oleh paket. Pada umumnya skema routing hanya mempertimbangkan jalur terpendek.

  • Terdapat 2 bentuk routing, yaitu:

- Direct Routing: yaitu paket dikirimkan dari satu mesin ke mesin lain secara langsung tidak perlu melalui gateway.

- Indirect Routing: yaitu paket dikirimkan dari suatu mesin ke mesin yang lain yang tidak terhubung langsung, sehingga paket akan melewati satu atau lebih gateway atau network yang lain sebelum sampai ke mesin yang dituju.

2. Konsep Dasar Routing
      Routing adalah proses yang dialami datagram untuk sampai ke tujuan di jaringan TCP/IP. Konsep routing adalah salah satu hal yang utama pada layer internet di jaringan TCP/IP. Hal ini karena pada layer internet terjadi proses pengalamatan. Disini Internet Protokol memeriksa alamat ini untuk menyampaikan datagram dari device asal ke device tujuan. Jika alamat tujuan datagram tersebut terletak satu jaringan dengan device asal, datagram tersebut langsung disampaikan. Jika alamat tujuan datagram tidak terdapat di jaringa yang sama, datagram akan disampaikan kepada router yang paling tepat.

3. Jenis Routing
a. Minimal Routing
      Merupakan informasi minimum yang harus ada bagi host yang tersambung kesuatu network. minimal routing terbentuk pada saat konfigurasi interface.

b. Static Routing
      Router meneruskan paket dari sebuah network ke network yang lainnya berdasarkan apa yang ditentukan oleh administrator. Rute pada static routing tidak berubah, kecuali diubah secara manual oleh administrator.
  • Berikut ini adalah karakteristik dari static routing:

- Jika terjadi perubahan pada jaringan atau terjadi kegagalan sambungan antara dua atau lebih titik yang terhubung secara langsung, arus lalu lintas tidak akan diteruskan oleh router.
- konfigurasi routing jenis ini biasanya dibangun di dalam jaringan yang hanya mempunyai beberapa router, umumnya tidak lebih dari 2 atau 3 router.
- informasi routingnya diberikan oleh administrator jaringan secara manual. Jenis ini cocok digunakan untuk jaringan kecil dan stabil.

c. Dynamic Routing
      Router mempelajari sendiri rute terbaik yang akan ditempuhnya untuk meneruskan paket dari sebuah network ke network lainnya. Administrator hanya menentukan bagaimana cara router untuk mempelajari paket, dan kemudian router akan mempelajarinya sendiri. Rute pada dynamic routing berubah-ubah.
  • Karakteristik dynamic routing:

- Informasi routingnya tidak lagi diberikan secara manual, melainkan diberikan oleh software.
- Apabila salah satu jalur yang ada mengalami gangguan atau kerusakan peralatan, maka router otomatis akan mencari ganti.
- Bisa menangani jaringan yang lebih kompleks dan luas, atau jaringan yang konfigurasinya sering berubah ubah.
- Memerlukan routing protokol untuk membuat table routing, hal ini bisa memakan sumber daya komputer.

F. Referensi
      E-Book Mikrotik dan penjelasan dari Bapak Ziad Sobri selaku Trainer MikroTik.

G. Penutup
      Sekian yang dapat saya sampaikan pada kesempatan kali ini. Semoga sedikit ilmu yang saya sampaikan bisa bermanfaat. Terimakasih dan sampai jumpa kembali di blog-blog saya selanjutnya.


Wassalamualaikum Wr.Wb.
Artikel Selanjutnya Artikel Sebelumnya
Belum Ada Komentar :
Tambahkan Komentar
Comment url