Assalamualaikum Wr.Wb.
A. Pendahuluan
Selamat datang kembali di blog saya lagi sob. Pada kesempatan kali oini saya akan sharing mengenai DNS. simak terus ya sob.
B. Latar Belakang
Memahami tentang DNS
C. Maksud dan Tujuan
Ingin berbagi tentang segala sesuatu mengenai DNS
D. Waktu Pelaksanaan
29 April 2019
E. Pembahasan
Apa itu DNS?
Sebelum membahas lebih jauh mengenai DNS, maka ada baiknya
kita juga harus memahami apa itu DNS. DNS sendiri pada dasarnya merupakan
kependekan dari Domain Name System. Dari kepanjangan DNS sendiri,
tentu kita sudah bisa menyimpulkan mengenai arti dari DNS. DNS seringkali
didefinisikan sebagai sebuah sistem, yang menyimpan informasi mengenai nama
host dan nama domain dari sebuah situs didalam internet dalam format atau
bentuk basis data yang tersebar.
DNS sendiri sangat erat kaitannya dengan IP address dari
setiap situs – situs web yang ada pada jaringan komputer terluas, yaitu
internet atau interconnection network. DNS sendiri bertugas untuk
memberikan penamaan secara hierarkis pada sebuah domain, yang mempermudah
komputer juga protocol dalam mendefinisikan sebuah alamat. Protokol yang umum
digunakan dalam mendefinisikan sebuah alamt situs dengan menggunakan DNS adalah
protocol IP.
Siapa saja yang menggunakan DNS?
Ketika kita bertanya mengenai layanan DNS, timbul
pertanyaan, mengapa dibutuhkan DNS, dan siapa saja yang menggunakan layanan DNS
ini? sebenarnya, secara tidak sadar, semua situs yang kita kunjungi, dan semua
situs yang sudah terdaftar di dalam host ataupun domain yang ada di dunia dan
di dalam jaringan internet sudah pasti menggunakan sistem penamaan menggunakan
layanan DNS ini.
Jadi, ketika kita mengetikkan sebuah alamat situs, komputer
tidak akan membaca nama dari situs yang kita ketik di halaman web browser kita,
namun komputer akan membaca IP address yang dimiliki oleh situs tersebut dengan
bantuan DNS ini.
Jadi dapat disimpulkan bahwa setiap halaman web atau situs
yang terhubung ke dalam jaringan internet dan memiliki host atau domain yang
sudah terdaftar menggunakan layanan DNS ini untuk dapat membantu komputer
mengidentifikasi alamat IP.
Fungsi dari DNS
Setelah mengetahui secara singkat mengenai apa itu DNS
atau Domain Name System, maka sekarang kita beranjak menuju fungsi
penting dari layanan DNS pada jaringan komputer, terutama jaringan internet.
Ada beberapa fungsi utama dari DNS bagi sebuah jaringan komputer.
Berikut ini adalah beberapa fungsi dari jaringan komputer,
baik dari segi teknis, maupun bagi kebutuhan user itu sendiri:
1. 1. Mengidentifikasi komputer sebagai titik dalam suatu jaringan
Yang pertama, fungsi dari layanan DNS pada komputer dan
jaringan internet ini adalah untuk mengidentifikasi komputer user sebagai suatu
titik di dalam jaringan, yang sudah terhubung. Setiap komputer yang sudah
terhubung ke dalam jaringan, terutama jaringan internet juga akan memiliki
sebuah alamat tersendiri, yaitu alamat IP atau IP address. Dengan adanya
layanan DNS ini, maka jaringan internet dapat mengidentifikasi komputer yang
ada sebagai sebuah titik atau bagian kecil yang sudah terhubung ke dalam
jaringan.
Ibaratnya, DNS seperti tanda pengenal yang biasa dikenakan
oleh pegawai kantoran. Dalam tanda pengenal tersebut, terdapat nama, foto dan
juga nomor induk pegawai. Sama seperti hal tersebut, DNS memberikan informasi
mengenai identitas IP address pada suatu komputer, sehingga dapat dikenali
sebagai satu kesatuan yang sudah terhubung ke dalam jaringan komputer.
Hal ini juga berlaku untuk data-data yang di kirimkan
melalui internet, ermasuk menjaga komputer dari penerimaan hal-hal yang
bersifat tak aman. Untuk itu pemasangan firewall perlu diberlakukan dengan
berdasarkan dns dan juga alamat ip sebuah komputer.
2. Menyediakan
alamat IP untuk setiap host
Fungsi berikutnya dari DNS adalah untuk kenyediakan alamat
IP untuk tiap – tiap host yang terhubung di dalam internet. Host merupakan
rumah dari para pengembang website, dimana setiap website atau situs internet
menggunakan host agar dapat diakses oleh kalangan umum.
Untuk dapat mengidentifikasi alamat IP dari tiap tiap host
tersebut, maka digunakanlah DNS, sehingga nantinya tiap – tiap host yang
terhubung ke dalam jaringan internet akan memilki IP address masing – masing.
3. Mendata
setiap server surat yang menerima email pada tiap – tiap domain
DNS juga memiliki fungsi dan peran yang penting dalam
penggunaan server, terutama mail server. Ketika mail server bekerja, dalam
menerima dan meneruskan sebuah email, DNS bekerja dengan cara melakukan
pendataan terhadap segala macam surat elektronik yang melakukan aktivitas, baik
email masuk dan keluar di dalam mail server tersebut.
Ibaratnya, DNS bisa disebut sebagai seorang supervisor yang
melihat dan mengawasi, serta mencatat segala bentuk aktivitas yang ada dan
menyimpannya.
4. Menterjemahkan
nama domain ke dalam IP address, dan sebaliknya
Selain host, sebuah web browser atau situs dai dalam
internet juga membutuhkan domain. Beberapa domain yang biasa digunakan adalah
.com .org .sch .ac dan sebagainya. Secara kasat mata, tentu yang kita ketahui
dari sebuah alamat situs adalah domainnya. Namun tidak demikian dalam pembacaan
yang dilakukan di dalam jaringan internet.
Setiap domain nantinya akan memilki IP address masing –
masing. Disinilah DNS memiliki peranan yang penting. Tanpa adanya IP address
pada masing – masing domain, maka komputer dan jaringan internet tidak akan
menemukan alamat atau situs yang akan dituju.
Karena itu, DNS sangat penting peranannya dalam jaringan
internet, dalam menterjemahkan nama domain ke dalam IP address, sehingga dapat
dibaca dan mudah dipahami oleh komputer juga keseluruhan jaringan internet.
5. Mempermudah
komputer dalam mengidentifikasi alamat website
Dalam mengidentifikasi keseluruhan alamat website atau situs
pun DNS sangat membantu. Jadi komputer tidak perlu kesulitan dalam
mengidentifikasi alamat IP dari sebuah situs juga sebaliknya.
Dengan DNS maka secara otomatis komputer sudah bisa
mengidentifikasi IP address dari sebuah situs atau website, dan kebalikannya,
komputer juga mengetahui alamat dari sebuah situs dengan cara membacanya
melalui IP address.
6. User tidak
perlu menghafalkan alamat IP dari setiap situs web
Bayangkan apabila tidak ada DNS didalam jaringan komputer.
Sebuah jaringan komputer tidak dapat membaca alamat web yang kita tuliskan pada
web browser. Misalnya kita menuliskan www.facebook.com maka tanpa adanya DNS,
komputer tidak akan dapat menemukan halaman web tersebut.
Komputer hanya akan bisa menemukan sebuah alamat web
tersebut ketika sudah mengidentifikasi IP address dari alamat tersebut. Nah,
apabila tidak ada DNS, maka user akan kerepotan, karena harus menghapal IP
address dari setiap situs yang ada.
Bayangkan bagaimana repotnya user apabila harus menghafalkan
IP address dari banyak situs. Karena itu, dengan adanya DNS, user tidak perlu
menghafalkan IP Address dari tiap situs, karena cukup dengan menuliskan link
dan domain, komputer akan mengidentifikasi IP Address dari situs yang akan kita
kunjungi.
7. Melakukan
pencarian alamat host
Fungsi DNS berikutnya adalah seperti seorang kurir pengantar
paket yang biasa kita gunakan jasanya. DNS berfungsi untuk mencari lokasi dan
alamat dari host yang kita ketikkan pada web browser, atau situs yang kita
kunjungi.
Secara otomatis, DNS akan langsung dengan mudah mendapatkan
lokasi dari host yang ada, lengkap dengan IP address host, IP address domain,
dan IP address dari situs yang akan kita kunjungi tersebut. Pokoknya, dengan
adanya DNS pada jaringan komputer ini, sama seperti kita kita berbelanja
online, hanya tingal duduk, dan kemudian situs anda akan langsung tampil pada
web browser yang anda gunakan.
8. Melakukan
pencarian pada data cache
Selain melakukan pencarian pada host, DNS juga berfungsi
untuk melihat dan juga mencari pada data cache. Ketika DNS melihat dan mencai
di data cache, maka DNS tidaak perlu berkejra lebih berat untuk
mengidentifikasi dan mencari di dalam domain atau host. Cukup dengan mencari di
data cache, yang sudah pernah dikunjungi sebelumnya.
Hal ini akan membuat proses output situs yang kita request
akan menjadi lebih cepat, dan tidak selama ketika DNS mencari data dan juga
informasi address pada host ataupun domain.
9. Prinsip kerja dari DNS secara sederhana
Mungkin banyak yang membahas mengenai prinsip kerja dari
sebuah domain name system yang dijabarkan secara teknis. Dan terkadang
penjabaran secara teknis tersebut mungkin tidak terlalu dimengerti, karena
memiliki banyak istilah – istilah yang sifatnya tidak familiar. Untuk
mempermudah penjelasan mengenai DNS ini, maka kita bisa menganalogikan sistem
DNS, IP address dan jaringan komputer sama seperti ketika kita melakukan kirim
– kiriman surat dengan menggunakan jasa pos.
Kita bisa analogikan sebuah alamat website sebagai “rumah
teman” DNS sebagai “kantor Pos” IP address sebagai kode pos dan alamat rumah.
Pertama – tama, ketika kita akan mengirimkan surat, kita
akan menuliskan alamat dari rumah teman kita berikut dengan kode posnya. Ini
bisa kita analogikan dengan sebuah alamat situs, lengkap dengan domainnya.
Kemudian kita akan mengirimkannya melalui pos. Secara sederhana, kantor pos dan
pak pos ini sama seperti sebuah layanan DNS.
Di kantor pos, surat anda akan dilihat wilayahnya, dan
dilihat pula kode – kode wiayah. Kode – kode wilayah dan nomor lainnya ini
adalah sebuah IP Address pada internet. Setelah IP address tersebut
teridentifikasi, maka pak pos kemudian mengirimkan surat tersebut ke alamaat
yang dituju, misalnya ke kota X. kota X adalah domain dan juga host, sedangkan
alamt yang dituju adalah server dari situs yang kita buka di dalam web browser.
Ketika sudah sampai pada tempat tujuan, maka teman anda akan
mengirimkan balasan, degnan proses yang hampir sama, hanya bedanya kali ini
balasan tersebut menggunakan alamat baru, yait alamat rumah anda, yang pada
jaringan komputer adalah alamat IP komputer anda.
Kira – kira begitulah analogi dari perjalanan jaringan
internet dan juga proses yang dilakukan oleh sebuah layanan DNS pada sistem
jaringan komputer.
10. Bagaimana apabila tidak ada layanan DNS pada jaringan
komputer?
Nah, sekarang anda sudah memahami apa itu DNS, bagaimana DNS
bekerja dan juga fungsi – fungsi penting dari DNS. Dengan begitu, anda pasti
sudah bisa memahami bagaimana repotnya user ketika harus masuk ke sebuah
halaman atau situs web, ketika tidak tersedia layanan DNS ini.
Sebagai contoh, ketika kita sebagai user akan masuk kedalam
halaman portal berita seperti detik.com, maka ketika kita mengetik
www.detik.com, kita akan tersambung ke dalam portal berita tersebut. Namun
demikian, ketika tidak ada layanan DNS, maka kita tidak bisa mengetikkan
www.detik.com pada browser kita.
Kita harus mengetiikan alamat IP yang dimiliki oleh
detik.com itu sendiri. Alamat IP detik.com adalah 203.190.242.69 maka, ketika
tidak ada layanan DNS, kita harus mengetika serangkaian alamat tersebut, yang
pastinya sangat sulit untuk dihafal, apalagi ketika kita harus melakukan
browsing ke banyak situs, yang pastinya memilki alamat IP yang berbeda – beda
tiap situsnya.
G. Penutup
Sekian yang dapat saya sampaikan pada kesempatan kali ini, semoga dapat bermanfaat. Kurang lebihnya saya mohon maaf dan sampai ketemu di blog blog saya selanjutnya.
Wassalamualaikum Wr.Wb.